Muskom Perbarindo DPK Tegal

{"autoplay":"true","autoplay_speed":3000,"speed":300,"arrows":"true","dots":"true"}

Khojin Kembali Pimpin Perbarindo DPK Tegal

 
 

BUMIJAWA – H Khojin SH MM kembali terpilih sebagai Ketua Perbarindo DPK Tegal dalam Musyawarah Komisariat (Muskom) VII DPK Tegal yang diselenggarakan di Hotel Sunqita Guci, Bumijawa, Kabupaten Tegal, Selasa (17/9) dan Rabu (18/9). Khojin akan memimpin Perbarindo DPK Tegal untuk periode 2019-2023.

Dalam sambutannya, Khojin mengatakan semua BPR anggota Perbarindo DPK Tegal agar semakin kompak dan solid, serta meningkatkan profesionalisme semua karyawan. “Sehingga, BPR semakin di hati masyarakat,dan terjaga eksistensinya” kata Khojin.

Muskom dibuka Bupati Tegal Umi Azizah. Bupati berharap agar BPR anggota Perbarindo DPK Tegal dapat beradaptasi dengan pasar yang ada. Sehingga, mampu bersaing dengan lembaga keuangan lain. “Bukan yang besar atau yang cepat yang bisa bertahan, tetapi yang beradaptasilah yang bisa bertahan,” ungkap Bupati.

Dalam Muskom ini, juga diadakan seminar dengan tema “Membangun Optimisme Pelaku Industri BPR di Tengah Perubahan Pasar yang Dinamis” dengan narasumber Yudha Striyo Yudianto, Pemegang saham BPR Surya Yudha, Ludi Arliyanto, Kepala OJK Tegal, dan Dadi Sumarsana, Ketua Perbarindo DPD Jateng.

Satriyo Yudianto menyampaikan, BPR yg beliau miliki sekarang beraset Rp4 triliun dengan laba Rp100 miliar setahun. Yudi menceritakan, dulu dirinya tertatih-tatih untuk membesarkan BPR Surya Yudha. Namun, dirinya bekerja keras siang dan malam dan tidak bersantai-santai.

“Sebab, kenaikan 6 persen itu belum naik, karena pas dengan inflasi. Kenaikan minimal 10 persen. Jika belum, berarti Anda belum bekerja. Anda akan mengejar apa, akan kesampaian dengan bekerja keras selama 24 jam,” ujar Yudi.

Ludi Arliyanto, menyampaikan, dari tahun ke tahun, Non Performing Loan (NPL) di Jawa Tengah terus menurun dibandingkan daerah Jogjakarta. Namun, di Tegal naik dan masih di atas rata-rata nasional. Sedangkan dilihat dari aset, meningkat.

Ludi berharap semua BPR bisa belajar dari pengalaman dari Yudi yang telah malang melintang di dunia perbankan selama 50 tahun, terutama terkait leadership dan tata kelola yang bagus dan fleksibilitas BPR untuk menghadapi perubahan di era elektronik dan digitalisasi perbankan. “Sehingga, teknologi BPR aple to aple dengan bank umum terkait keamanan dan kecepatannya,” terang Ludi.

Dadi Sumarsana mengungkapkan, setelah diadakannya Muskom ini, pertumbuhan BPR diharapkan semakin tumbuh dan maju lebih cepat. Pasar BPR adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). “Ini merupakan tantangan ke depan, karena semua bank umum milik pemerintah, swasta, dan koperasi juga menggarap UMKM,” ujar Dadi.

Setelah Muskom di hari pertama, kegiatan di hari kedua diisi dengan outbond untuk menjalin keakraban diantara pengurus dan anggota Perbarindo DPK Tegal.